Bengkulu Utara - Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Propinsi Bengkulu sudah melandai. Pencegahan penularan dengan vaksinasi pada hewan rentan PMK (HRP) juga telah dilakukan sampai vaksin kedua. Data terakhir melalui portal siagapmk.co.id per tanggal 27 Oktober 2022, untuk Kabupaten Bengkulu Utara, total 6.187 ekor ternak sudah dilakukan vaksinasi pada HRP didominasi jenis sapi potong.

Minggu lalu, tepatnya tanggal 19-21 Oktober 2022, tim Karantina Pertanian Bengkulu mendampingi satuan tugas PMK Dinas Pertanian Bengkulu Utara dalam pengambilan sampel darah HRP. Sampel diambil dari hewan ternak sapi yang berasal dari desa Suka Makmur dan Desa Karya Pelita Kecamatan Marga Sakti Seblat, desa Fajar Baru Kecamatan Ketahun dan desa Marga Bakti Kecamatan Pinang Raya.

2 Dokter Hewan Karantina (DHK) dan 5 Paramedik Karantina Hewan (PKH) ditugaskan membantu pengambilan sampel kali ini. Tim gabungan langsung mendatangi kandang ternak dan lokasi penggembalaan dengan berkoordinasi dengan Petugas Peternakan Kecamatan (PPK) setempat. Total sampel yang dikumpulkan 298 sampel dari target 584 sampel yang diambil keseluruhan lokasi di Kabupaten Bengkulu Utara. Sampel ini nantinya akan dikirim ke Balai Veteriner Lampung untuk diuji titer antibodinya.

Sebagai salah satu kantong ternak di Propinsi Bengkulu, peternak di Kabupaten Bengkulu Utara sangat merasakan dampak dari penyebaran PMK. Vaksinasi yang dilakukan dalam rangka pencegahan penyakit ini sangat dibutuhkan agar ternak terhindar dari PMK sehingga tujuan peningkatan populasi dan produksi berjalan sesuai harapan.

#SiagaPMK
#LaporKarantina
#KarantinaPertanianBengkulu

 

BERITA TERKINI LAINNYA ==KLIK DISINI==                                                                                           

   

 

KEMBALI KE BERANDA ==KLIK DISINI==>